Tentu, ini adalah modul mengenai prinsip kerja **IP Statik Kelas C** untuk jaringan komputer dalam satu ruangan (LAN skala kecil).
## 1. Konsep Dasar
**IP Statik** adalah alamat IP (Internet Protocol) yang **ditetapkan secara manual** dan **tidak akan berubah** kecuali diubah kembali oleh administrator.
**IP Kelas C** adalah salah satu kelas alamat IP (IPv4) yang ideal untuk jaringan berskala kecil (misalnya, satu ruangan kantor atau laboratorium) karena menyediakan banyak jaringan tetapi dengan jumlah host (komputer/perangkat) yang terbatas di setiap jaringan.
| Kategori | Keterangan | Nilai Default |
| :--- | :--- | :--- |
| **Rentang IP Oktet Pertama** | 192 - 223 | Contoh: **192**.168.1.X |
| **Network ID** | Tiga oktet pertama (24 bit) | 192.168.1.X |
| **Host ID** | Satu oktet terakhir (8 bit) | 192.168.1.**X** |
| **Subnet Mask Default** | Menentukan bagian Network dan Host | 255.255.255.0 (atau /24) |
| **Host Maksimal per Jaringan** | $2^8 - 2 = 254$ host | 1 hingga 254 |
## 2. Prinsip Kerja IP Statik Kelas C untuk 1 Ruangan
Prinsip kerjanya berfokus pada pemberian alamat yang unik dan tetap kepada setiap perangkat agar mereka dapat saling berkomunikasi dalam jaringan lokal yang sama.
### A. Persiapan dan Penentuan Alamat
1. **Tentukan Network ID:** Pilih satu Network ID Kelas C, misalnya **192.168.1.0/24** (di mana **192.168.1** adalah Network ID).
2. **Tentukan Subnet Mask:** Untuk satu ruangan, gunakan subnet mask default Kelas C, yaitu **255.255.255.0** (atau */24*). Ini berarti semua perangkat berada di jaringan yang sama.
3. **Tentukan Gateway:** Tentukan satu alamat IP yang akan menjadi **Gateway** (biasanya alamat Router atau Switch Layer 3). Misalnya, **192.168.1.1**.
### B. Konfigurasi Statik
1. **Alokasi Alamat Host:** Setiap komputer/perangkat (host) dalam ruangan tersebut harus diatur secara manual dengan alamat IP yang **unik** dalam rentang host yang tersedia (misalnya, **192.168.1.2** hingga **192.168.1.254**).
2. **Konfigurasi Parameter Jaringan:** Setiap perangkat harus dikonfigurasi dengan tiga parameter utama:
* **IP Address:** Alamat unik yang telah dialokasikan (misalnya, 192.168.1.10).
* **Subnet Mask:** Masker jaringan (255.255.255.0).
* **Default Gateway:** Alamat router/gateway (192.168.1.1).
* **DNS Server (Opsional):** Alamat server DNS untuk akses internet (bisa IP Gateway atau DNS publik).
### C. Proses Komunikasi
1. **Komunikasi Lokal (Dalam Ruangan):**
* Ketika Komputer A (192.168.1.10) ingin berkomunikasi dengan Komputer B (192.168.1.20), Komputer A akan membandingkan IP tujuannya (192.168.1.20) dengan Subnet Mask-nya.
* Karena Network ID-nya sama (192.168.1), Komputer A menyimpulkan bahwa Komputer B berada di **jaringan lokal yang sama**.
* Komputer A kemudian menggunakan protokol **ARP** (Address Resolution Protocol) untuk mencari **MAC Address** Komputer B dan mengirimkan data secara langsung melalui perangkat penghubung (Switch).
2. **Komunikasi ke Luar (Internet/Jaringan Lain):**
* Ketika Komputer A ingin mengakses internet (IP tujuan berbeda Network ID), Komputer A menyimpulkan bahwa tujuan berada di **jaringan luar**.
* Komputer A akan mengirimkan paket data tersebut ke alamat **Default Gateway** (192.168.1.1), yang merupakan router.
* Router akan menerima paket tersebut dan, berdasarkan tabel routing-nya, akan meneruskan paket ke jaringan luar (internet).
***
## 3. Keuntungan dan Kekurangan IP Statik
### Keuntungan
* **Akses Konsisten:** Alamat IP selalu sama, mempermudah akses ke perangkat tersebut (misalnya untuk **Server**, **Printer Jaringan**, atau **IP Camera**).
* **Administrasi Mudah (Skala Kecil):** Di jaringan kecil, penetapan statik mudah dikelola dan membantu *troubleshooting*.
* **Tanpa *Overhead* DHCP:** Tidak memerlukan server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) untuk membagikan alamat.
### Kekurangan
* **Rentan Konflik:** Jika alamat IP yang sama diberikan secara tidak sengaja ke dua perangkat, akan terjadi **konflik IP** yang menyebabkan kedua perangkat tidak bisa terhubung ke jaringan.
* **Memerlukan Dokumentasi:** Harus ada dokumentasi yang baik untuk melacak IP mana yang sudah digunakan dan IP mana yang masih tersedia.
* **Tidak Efisien (Skala Besar):** Sangat tidak praktis jika jumlah perangkat bertambah banyak.